<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Giting</title>
	<atom:link href="http://giting.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giting.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Giting weblog</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:05:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Majelis Ulama Indonesia</title>
		<link>http://giting.blogdetik.com/2011/07/23/majelis-ulama-indonesia/</link>
		<comments>http://giting.blogdetik.com/2011/07/23/majelis-ulama-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giting</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giting.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menyatakan, aliran Tandu Amanah di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, sebagai aliran sesat. Untuk itu, MUI Lutim mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim dan aparat kepolisian segera membubarkan aliran tersebut. “Aliran ini sudah jauh menyimpan dari ajaran agama Islam. Karena itu, kami (MUI) mendesak Pemkab Lutim dan aparat kepolisian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://giting.blogdetik.com/2011/07/23/majelis-ulama-indonesia/">Majelis Ulama Indonesia</a> (MUI) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menyatakan, aliran Tandu Amanah di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, sebagai aliran sesat. Untuk itu, MUI Lutim mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim dan aparat kepolisian segera membubarkan aliran tersebut. “Aliran ini sudah jauh menyimpan dari ajaran agama Islam. Karena itu, kami (MUI) mendesak Pemkab Lutim dan aparat kepolisian segera menghentikan kegiatannya,” ungkap Ketua MUI Lutim Abdul Azis Rajma ketika dihubungi media di Malili, kemarin.<br />
<span id="more-6"></span></p>
<p>Keberadaan aliran Tandu Amanah yang dipimpin Mustakim diketahui pada 2008,di Kecamatan Burau,Kabupaten Lutim. Hanya, sejumlah tokoh agama dan masyarakat menolak ajaran tersebut. Mustakim dan sejumlah pengikutnya pun hengkang ke Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, hingga sekarang.</p>
<p>Dalam melakukan aktivitasnya, Mustakim mengaku mampu menyembuhkan sejumlah penyakit melalui ritual pengobatan, di antaranya melalui tasbih yang diyakini diperoleh dari roh para wali. Setelah itu, masyarakat yang telah menjalani terapi digiring ke Dusun Segitiga Mas, Desa Tarengge, KecamatanWotu, dengan alasan berziarah di perkuburan batu yang diyakini adalah makam para leluhur dan wali.</p>
<p>Kapolsek Woto AKP Rifai mengaku sudah menerima laporan adanya aliran tersebut. “Kami sudah menerima laporan tersebut dan siap mengamankan. Apalagi, sudah ada fatwa dari MUI bahwa aliran tersebut menyimpan dari ajaran Islam,”ujar dia. Demikian catatan online <a href="http://giting.blogdetik.com/">Giting</a> yang berjudul Majelis Ulama Indonesia.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giting.blogdetik.com/2011/07/23/majelis-ulama-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PALANG Merah Indonesia</title>
		<link>http://giting.blogdetik.com/2011/01/14/palang-merah-indonesia/</link>
		<comments>http://giting.blogdetik.com/2011/01/14/palang-merah-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 03:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giting</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giting.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PALANG Merah Indonesia (PMI) menyiapkan tim evakuasi menyusul ancaman banjir dan angin kencang dalam sepekan terakhir di Kota Makassar. Tim ini akan diterjunkan bila genangan air makin tinggi beberapa hari ke depan, seperti di sekitar Sungai Pampang, Sungai Tallo,maupun di Jalan Bung Tamalanrea dan kawasan Tamangapa, Antang.

Ketua Harian PMI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, letak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="PALANG Merah Indonesia " href="http://giting.blogdetik.com/2011/01/14/palang-merah-indonesia/" target="_self">PALANG Merah Indonesia</a> (PMI) menyiapkan tim evakuasi menyusul ancaman banjir dan angin kencang dalam sepekan terakhir di Kota Makassar. Tim ini akan diterjunkan bila genangan air makin tinggi beberapa hari ke depan, seperti di sekitar Sungai Pampang, Sungai Tallo,maupun di Jalan Bung Tamalanrea dan kawasan Tamangapa, Antang.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Ketua Harian PMI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, letak Makassar yang berada di pinggir laut sangat rentan dengan bencana,utamanya banjir. Karena itu, baik PMI maupun Pemerintah Kota (Pemkot) sudah menginventarisasi lokasi-lokasi yang rawan bencana. “Di Makassar,maksimal ketinggian tanah dari permukaan laut hanya sekitar 160 cm, sementara ketinggian laut terkadang naik sampai 180 cm apabila curah hujan meninggi sehingga mau tidak mau air laut pasti akan meluap.</p>
<p>Ini semua harus kami antisipasi,”ujar Ilham. Wali Kota Makassar dua periode ini mengimbau warga kota meningkatkan kewaspadaan terkait perubahan iklim yang cukup ekstrem akhir- akhir ini hingga beberapa bulan ke depan, terutama malam hari. Sementara itu,Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi lokasi yang dilanda banjir, di antaranya Jalan Bung Tamalanrea dan sebagian di Tamangapa Antang.</p>
<p>Menurut dia,di dua lokasi tersebut kemungkinan korban akan dievakuasi bila air makin tinggi. “Sukarelawan sudah standbydi sana.Kami lihat kemungkinannya, kalau air banjir makin tinggi,tentu secepatnya evakuasi warga yang ada di sana. Di Jalan Bung ada sekitar 600 keluarga yang dilanda banjir,” papar Ical,sapaan akrab Syamsu Rizal.</p>
<p>Mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini menambahkan, di samping menyiapkan tim evakuasi, PMI sudah mengerahkan dua unit perahu karet di lokasi banjir guna mengevakuasi korban. Hanya, jumlah tersebut dianggap masih kurang. Untuk itu, PMI memohon permintaan bantuan perahu karet ke BNPB Sulsel.</p>
<p>12 Kapal Disiagakan</p>
<p>Direktur Direktorat Polair Polda Sulselbar menyiagakan 12 kapal patroli laut (KPL) menyusul peringatan BMKG Makassar bahwa gelombang di laut selatan Makassar dan sekitarnya mencapai ketinggian empat meter. Direktur Polair Polda Sulselbar Kombes Pol Agus Sutikno mengungkapkan, kondisi cuaca yang dirilis BMKG Makassar tersebut rawan kecelakaan laut.</p>
<p>Karena itu, sebagai langkah antisipasi, pihaknya menyiagakan 12 kapal patroli yang disebar di berbagai daerah di Sulsel dan Sulbar. Perwira tiga melati ini menuturkan, 12 kapal ditempatkan tiga unit di Makassar. Selebihnya masing- masing satu unit, yakni Bulukumba, Parepare,Mamuju, Bone, Sinjai, Barrang Lompo, Pangkep, dan Kalmas. Kendati demikian, Agus Sutikno mengimbau sebaiknya nelayan tradisional tidak melaut dalam kondisi cuaca yang membahayakan keselamatannya ini. &#8220;Saat ini ombak tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di laut,&#8221; tutur dia kemarin.</p>
<p>Perumahan Kodam Terendam</p>
<p>Hujan lebat dalam beberapa hari terakhir merendam ratusan rumah di Kompleks Perumahan Kodam III Jalan Paccerakang,Kecamatan Biring Kanaya, kemarin. Ketinggian air sudah setinggi pinggang orang dewasa. Pantauan SINDO di lokasi bencana kemarin, genangan air yang paling parah terjadi di Blok C dan Blok D.Warga yang ditemui di lokasi menuturkan,banjir ini yang paling parah dalam delapan tahun terakhir.</p>
<p>Ahmad, ketua RT mengungkapkan kompleks perumahan ini dihuni sekitar 300 keluarga. Sebagian warga mengevakuasi barang berharganya sejak hari pertama banjir ini. Sementara SAR Gabungan, dari Public Savety Centre (PSC) Makassar, SAR Unhas, SAR Muhammadiah, SAR Pramuka, serta SAR Mar Tiem mengevakuasi korban yang terjebak di dalam rumahnya menggunakan perahu karet.</p>
<p>Warga takut menerobos genangan air yang cukup dalam tersebut. &#8220;Kami akan tetap siaga di lokasi ini karena diperkirakan air akan terus naik jika masih terjadi hujan. Sampai sekarang tidak ada korban jiwa,&#8221; kata Iskandar,salah satu anggota Tim SAR ditemui di lokasi kejadian,pertang kemarin. Demikian catatan online <a title="Giting" href="http://giting.blogdetik.com/" target="_self">Giting</a> tentang PALANG Merah Indonesia.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giting.blogdetik.com/2011/01/14/palang-merah-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bangunan terminal</title>
		<link>http://giting.blogdetik.com/2011/01/03/bangunan-terminal/</link>
		<comments>http://giting.blogdetik.com/2011/01/03/bangunan-terminal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 16:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giting</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giting.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Bangunan terminal Bandara Kuala Namu hampir selesai. Megaproyek ini ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.

Sejumlah megaproyek untuk meningkatkan perekonomian telah diagendakan mulai dibangun pada 2011.Warga Sumatera Utara (Sumut) dan seluruh provinsi di Sumatera berharap pemerintah pusat benar-benar merealisasikannya.
KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara (Sumut) Riadil Akhir Lubis mengatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Bangunan terminal Bandara Kuala Namu hampir selesai. Megaproyek ini ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Sejumlah megaproyek untuk meningkatkan perekonomian telah diagendakan mulai dibangun pada 2011.Warga Sumatera Utara (Sumut) dan seluruh provinsi di Sumatera berharap pemerintah pusat benar-benar merealisasikannya.</p>
<p>KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara (Sumut) Riadil Akhir Lubis mengatakan, pemerintah pada 2011 meningkatkan anggaran untuk perbaikan insfrastruktur. Menurut dia, perbaikan infrastruktur, seperti jalan akan membawa dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan juga dalam rangka meningkatkan ekonomi Sumut. Anggaran untuk perbaiakan infrastruktur 2011 ini dinaikkan dari Rp453 miliar menjadi Rp800 miliar lebih. “Komitmen kita di sektor pendidikan dan kesehatan. Dia bidang itu tetap kita lanjutkan. Kita juga memprioritaskan pembangunan pedesaan. Ini penting, karena kita ingin ciptakan pertumbuhan ekonomi di pedesaan,” katanya belum lama ini. Pembangunan di pedesaan menjadi lebih penting, juga dalam rangka menghindari terjadinya arus urbanisasi. Selain itu, mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) di pedesan.“Ada dana program peningkatan pedesaan, seperti program desa mandiri pangan, desa mandiri energi, pokasi, desa tertinggal dan desa pesisir,”tukasnya. Disinggung tentang program pembangunan yang belum tercapai pada 2010, Riadil belum bisa menjelaskan secara terperinci.</p>
<p>Namun, ada sejumlah proyek besar di Sumut yang belum selesai dikerjakan, yakni proyek jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebingtinggi, jalan arteri akses Bandara Kuala Namu,Bandara Kuala Namu dan pembangunan jalur rel kereta api (KA) Medan-Belawan, pembukaan jalur KA trans Sumatera. “Program yang belum tercapai, belum kita lihat sekarang karena masih di akhir tahun.Tapi yang perlu di perhatikan juga koperasi, UKM (usaha kecil menengah) dan sektor pertanian. Ini harus ditingkatkan pada 2011,karena basis pertumbuhan ekonomi di kabupaten, yakni sektor pertanian. Ini akan kita lanjutkan dan tingkatkan di 2011 ini,”papar Riadil.</p>
<p>Soal proyek jalan tol, menjadi program yang dipertontonkan di internasional.Target Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) pada Juni 2011 persoalan jalan tol harus sudah tuntas, sehingga pada Juli 2011, sudah bisa dimulai tendernya. Dikatakan dia, lahan proyek jalan tol Medan-Kuala Namu- Tebingtinggi juga harus sudah dibebaskan dalam waktu dekat ini. Karena bila tidak, proyek tersebut tidak bisa dikerjakan. “Itu sudah menjadi komitmen kita.Kemarin juga sudah diminta pusat. Kita harapkan tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kabupaten Deliserdang-Serdangberdagai bekerja cepat sehingga apa yang menjadi target jalan akses tol Kuala Namu tuntas 2012,” tukasnya. Proyek insfrastruktur yang menjadi target pendorong pembangunan ekonomi di Sumut, pembukaan jalur KA trans Sumatera.</p>
<p>Sebab, itu menjadi keinginan para gubernur se Sumatera. Proyek itu diinisasi sejak tahun 2006 oleh gubernur se-Sumatera mulai dari Aceh-Lampung sepanjang 2.100 km. “Upaya kita bagaimana lebih banyak angkut sumberdaya alam (SDA) yang ada dilintas provinsi menuju ke pelabuhan bebas dan pelabuhan yang ditunjuk pemerintah, seperti pelabuhan National Single Window (NSW) seperti Belawan,Tanjung Priok dan Makasar. Pembangunan KA ini harus dipercepat,ini mengurangi beban jalan di sepanjang pantai Timur Pulau Sumatera. Sebab, kondisinya sudah sangat rusak,” sebut Riadil. Kerusakan jalan di lintas timur dan barat pulau Sumatera, juga disebabkan karena komoditas yang ada di Sumatera diangkut lewat jalan darat.</p>
<p>Karena itu, pembangunan jalur tembus KA trans Sumatera sudah sangat mendesak. “Kita berterima kasih dengan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) asal Sumatera Utara, seperti Parlindungan Purba yang memberi dorongan kuat kepada kita. Harapan kita, dia selaku senator, mereka mampu mengomunikasikan masalah proyek jalur KA trans Sumatera kepada pemerintah pusat, apakah Menteri Keuangan,Bappenas (Badan Perencana Pembangunan Nasional) dan Perhubungan,” tuturnya. Pemprovsu, lanjut Riadil, telah mempersiapkannya. Bahkan, secara administrasi sudah dimasukan ke dalam rencana tata ruang (RTR) Pulau Sumatera. Begitu juga kajian dan studi kelayakannya sudah selesai dilaksanakan. Master plan-nya juga sudah disiapkan. “Begitu RTR Sumatera disahkan, kita bisa langsung melakukan aksi. Sekarang ini, rancangan peraturan presidennya sudah ada di Sekretaris Negara.</p>
<p>Kita sudah menunggu hampir dua tahun. Kita minta kepada senator kita supaya segera ditandatangani agar bisa dijadikan pedoman pembangunan KA tersebut,”harapnya. Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba mendorong percepatan pembangunan jalur Kereta Api (rail way) Trans Sumatera. Dia optimistis, jika jalur KA Trans Sumatera terbuka, perekonomian Sumatera akan meningkat. Mereka akan membawa permasalahan pembangunan jalur KA trans Sumatera ke sidang paripurna DPD. Langkah berikutnya, mendesak pengesahan RTR Sumatera. “Desakan pengesahan RTR Sumatera ini penting, karena menjadi salah satu landasan untuk merealisasikan Trans Sumatera Railway,”tukasnya.</p>
<p>Untuk mewujudkan pembukaan jalur KA trans Sumatera,dia bersama Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis,Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rojali, dan Yusren yang mewakili PT Kereta Api (PT KA) Divisi Sumut- Aceh menggelar pertemuan di Kantor Bappeda Sumut di Medan. Dalam pertemuan tersebut, semua pihak sepakat percepatan pembangunan jalur KA trans Sumatera, sebab diyakini pertumbuhan ekonomi di Sumatera akan meningkat jika jalur KA Sumatera terbuka. ”Yang pasti, transportasi di kawasan Sumatera khususnya yang melintasi Sumatera Utara (Sumut) akan lancar,” tandasnya. Parlindungan mengaku sudah melobi pejabat terkait di Kementerian Perhubungan,Kementerian Perekonomian dan kementerian terkait lainnya.</p>
<p>Kesiapan daerah sudah mantap,bahkan ada peluang untuk mendapatkan loan (pinjaman) dari China. ”Kementerian perhubungan sudah menyetujui pinjaman dari China sebesar USD1,8 miliar. Dengan kesiapan yang baik ini akan merangsang investor dari negara lain yang saya yakin juga tertarik berinvestasi untuk Trans Sumatera Railway ini,”lanjutnya. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jalur KA trans Sumatera sepanjang 2.151 kilometer mencapai USD7,092 miliar.Pembukaan jalur KA trans Sumatera tersebut sebelumnya menjadi kesepakatan dalam Rapat Gubernur se Sumatera yang digelar di Pekanbaru, Riau pada 19-21 Desember 2009.</p>
<p>Rapat yang dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho membahas berbagai persoalan pembangunan di Sumatera. Di antaranya, megaproyek jembatan Selat Sunda, armada angkutan udara Sumatera Airlines, jalur KA (rail way), shipping land (angkutan kapal), jalan poros Sumatera dan pembangkit listrik Sumatera Power. Proyek infrastruktur yang masuk dalam pembahasan rapat gubernur se Sumatera,termasuk percepatan pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebingtinggi, jalan tol Pekanbaru-Dumai,Indralaya- Palembang-Betung,Pekanbaru- Padang, Lampung-Palembang, Palembang-Bengkulu dan Medan- Banda Aceh.</p>
<p>Peserta rapat mendorong pemerintah, dalam hal ini Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tol itu.Baik melalui pendanaan pemerintah dan loan, private sektor maupun kerja sama pemerintah dan dunia usaha.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giting.blogdetik.com/2011/01/03/bangunan-terminal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beri Kesaksian? Lepas Cadar Dulu!</title>
		<link>http://giting.blogdetik.com/2010/10/10/beri-kesaksian-lepas-cadar-dulu/</link>
		<comments>http://giting.blogdetik.com/2010/10/10/beri-kesaksian-lepas-cadar-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 20:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giting</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Beri Kesaksian? Lepas Cadar Dulu!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giting.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Seorang perempuan Muslim yang hamil tua diperintahkan hakim untuk melepas cadar saat ia membeberkan bukti kekerasan yang dilakukan mantan pasangannya.
Georgina Richards (36 tahun) awalnya menolak karena alasan keagamaan tetapi kemudian dengan terpaksa setuju ketika hakim mengatakan, mereka mungkin tidak akan menerima bukti yang ia sodorkan kalau mereka tidak melihat ekspresi wajahnya. Kasus di Pengadilan Leicester, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang perempuan Muslim yang hamil tua diperintahkan hakim untuk melepas cadar saat ia membeberkan bukti kekerasan yang dilakukan mantan pasangannya.</p>
<p>Georgina Richards (36 tahun) awalnya menolak karena alasan keagamaan tetapi kemudian dengan terpaksa setuju ketika hakim mengatakan, mereka mungkin tidak akan menerima bukti yang ia sodorkan kalau mereka tidak melihat ekspresi wajahnya. Kasus di Pengadilan Leicester, Inggris, itu digelar selama lebih dari satu jam ketika hakim setuju untuk mendengar kesaksiannya dari belakang layar.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Ketua Majelis Hakim Lawrence Faulkner mengatakan kepadanya, sebagaimana dikutip Dailymail, Jumat (8/10), &#8220;Kami perlu melihat ekspresi wajah seseorang untuk menilai bukti yang mereka berikan. Jika anda menolak untuk melepas jilbab anda, kami mungkin tidak dapat menerima bukti anda.&#8221;</p>
<p>Richards, yang lagi hami besar, memberikan bukti tentang tindakan mantan pasangannya, Ismail Mangera (30 tahun), dari balik sebuah layar di ruang sidang. Mangera dinyatakan bersalah karena meninju Richards di wajahnya dan mencorat-coret pintu depan rumahnya.</p>
<p>Namun setelah sidang pengadilan itu, Richards mengecam para hakim yang memaksanya untuk melepas cadar. Ia berkata, &#8220;Saya agak tidak senang bahwa dia menyuruh saya untuk mencpot cadar saya. Mereka memasang layar di dekat saya, tetapi saya tidak benar-benar ingin melakukannya. Tapi saya pikir, kasus ini akan dibatalkan jika saya tidak mencopot (cadar).&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu hanya membuat saya merasa tidak nyaman. Mereka ingin melihat ekspresi wajah saya tapi saya tidak berpikir itu benar-benar penting, saya pikir saya bisa melakukannya dengan tetap memakai cadar saya,&#8221; lanjutnya. Ia menambahkan, &#8220;Sekarang saya merasa lega bahwa saya telah mengatakan apa yang harus saya katakan.&#8221;</p>
<p>Dalam sidang terungkap, Mangera menyerang Richards, ibu tiga anak dari hasil hubungan mereka dan sedang hamil delapan bulan anak mereka yang keempat, antara 1 - 30 April. Para hakim memperingatkan Mangera bahwa ia terancam penjara. Putusan atas perkara itu akan disampaikan pada 20 Oktober.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giting.blogdetik.com/2010/10/10/beri-kesaksian-lepas-cadar-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://giting.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/</link>
		<comments>http://giting.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 15:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giting</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giting.blogdetik.com/2010/05/04/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.420 seconds -->

